Archive for the 'otherside' Category

Peduli Cuek

Ilustrasi

Tindakan atau sikap peduli itu selalu ada dalam setiap manusia yang dilahirkan, mungkin bisa dibilang itu adalah sifat manusiawi dari seseorang atau bawaan orok. Begitu juga manusia yang lahir di dunia tentunya tidak ada yang benar benar sama persis dan mungkin itu juga bisa menjadi sebuah gambaran perbedaan dari kadar kepedulian yang dimiliki setiap orang.

Seperti halnya cuek maupun fanatisme yang sedikit menggambarkan sebuah tolok ukur kepedulian. Batasan terendahnya seperti cuek sedangkan fanatisme tidak bisa dibilang sangat peduli. Dimana kedua hal tersebut masih terlalu mudah untuk kita temukan dalam kehidupan sehari hari. Namun diantara keduanya tadi ada juga mereka yang masuk “yang sedang sedang saja”.

Pertanyaan selanjutnya yang terbesit adalah peduli dalam hal apa ? karena pastinya ketika kata peduli itu masih akan berlanjut seperti peduli kepada sesama makhluk tuhan, peduli terhadap bumi, peduli terhadap diri sendiri dan peduli pada hal lainnya yang kalaupun ada untuk didefinisikan disini. Semua pasti berkeinginan bisa dikatakan peduli dalam berbagai hal, namun justru yang terjadi adalah saat kepedulian tadi bisa dibilang cuek dalam satu hal dan mungkin fanatisme dalam hal lain. Yang pasti kedua batasan tersebut jangan sampai hal tersebut justru akan merugikan diri sendiri apalagi orang lain.

Jangan sampai pada saatnya nanti akan ada semacam seminar dengan tema “Seberapakan peduli anda ?”. Hingga akhirnya nanti ditemukan sebuah kalimat “manajemen kepedulian” yang mengandung arti secara harafiah sifat peduli dalam hal apapun obyeknya.

Jadi pergunakanlah kepedulian anda dengan baik dan syukur bila itu bisa menular kepada orang lain atau memberikan inspirasi. Termasuk saya yang akhirnya peduli terhadap blog saya yang sudah lama tidak update. Semoga bukan cuek tapi masih peduli.

(image : http://cis.stanford.edu)

First day

Hari pertama sahur kulewati dengan bersantap sepotong roti dan air putih di kamar kost ukuran 3 x 2 meter dengan hiburan sebuah tivi ala kadarnya. Beragam acara televisi menemani sahur kita namun sekilas aq tidak melihat tampang orang orang konyol yang kutunggu Desta, Vincent ataupun Tora. Atau aq yang melewatinya karena sudah beberapa tahun belakangan ini merekalah yang selalu bikin aq jadi semangat sahur terkadang malahan sahur instant hanya ketika ada jeda iklan pada acara mereka beberapa waktu ramadhan yang lalu.

Stasiun televisi masih memajang acara dengan artis yang kurang lebih sama dengan tahun lalu, hanya Opera Van Java (OVJ) sahur layak mendapatkan apresisasi yang lebih saat ini. Yang lainnya masih mengandalkan komeng, adul n friend kemudian eko patrio yang gak ada bosennya (padahal q bosen) serta para pencari tuhan. Anyway siapapun aq selalu berterima kasih karena tanpa hiburan kalian semua sahur ku pun menjadi hambar di ruang 32 (kamar kost 3 x 2 M)

Apapun sahurnya yang penting kalian tetaplah menghibur….

setelah sekian lama

Setelah sekian lama….

akhirnya aq masuk ke bangunan megah itu berduyun duyun bersama orang2 di sekitar rumah setelah mendengar adzan sholat isya dikumandangkan. Sholat Tarawih hari pertama, cukup ramai sekali masjid saat itu. Riuh anak kecil saling bersahutan berlarian kesana kemari di saf paling belakang sedangkan kami yang dewasa sibuk dengan sholat sunnah.

Ku senandungkan doa, q panjatkan syukur bahwa aq telah bisa melewati segala cobaannya sampai saat ini. Terima Kasih Tuhanku, karena aq tahu Tuhan sayang padaku.

20 Rakaat dan 3 Witir tak terasa sudah kulalui dengan susah payah karena setelah sekian lama aku merasa jauh dengan NYA, seketika aku tidak bisa menjanjikan sesuatu tentang hidupku atau orang - orang yang ada di sekelilingku di hadapan Tuhan. Tapi Tuhan dengan kuasanya yang tiada batasnya mampu menjanjikan umatnya bahwa barang siapa yang memohon kepadaNYA niscaya akan diampuni dosa - dosanya. Tuhan sekali lagi ampuni dosa dosaku… semoga hari esok bisa kulalui dengan semua kekuatan yang telah kauberikan padaku.

CARE !

Derita yang dirasakan Fery Falentino (28 bulan) menggugah hati banyak pihak. Banyak
sekali pembaca yang ingin membantu pengobatan putra pasangan Sucipto (32) dan
Hendriyana (28) asal Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura yang
tersiram minyak goreng panas itu.

Pembaca detiksurabaya.com yang tergabung dalam 'Detik Surabaya Community' atau DSC
memberikan kesempatan kepada para dermawan yang akan memberikan bantuan. Bagi yang
akan mentransfer bisa mencantumkan kode 106 di jumlah nominal sumbangan. Misal
menyumbang Rp 100 ribu, maka yang harus ditransfer Rp 100.106.

"Kami sangat berterima kasih kepada pembaca yang telah peduli kepada sesama. Insya
Allah kita akan segera menyalurkan bantuan yang terkumpul agar Fery segera bisa
mendapatkan perawatan yang optimal," kata Lutfie, perwakilan DSC yang menjadi
koordinator baksos kali ini kepada detiksurabaya.com, Senin (1/6/2009).

Bantuan pembaca untuk Fery Falentino bisa melalui:

Bank Mandiri Cab. Telkom Ketintang
A/C. 142000 - 4355144
a/n. Umi Fadlilah

atau

BCA KCP SUNCITY
A/N. ACHMAD LUTFI

Seperti diberitakan hampir sekujur tubuh dan kepala bocah kecil itu tersiram minyak
goreng ketika bermain di dapur. Karena orangtuanya tidak lagi memiliki biaya, maka
Fery yang dirawat di Puskesmas Larangan pun dibawa pulang. 

Luka Fery makin memprihatinkan. Bahkan, banyak lalat yang mengerubuti luka-lukanya
yang belum mengering itu.

source
 

			

Like A Knife

I dream a lot
I know you say
I’ve got to get away
The world is not yours for the taking
Is all you ever say.

I know I’m not the best for you,
But promise that you’ll stay.
Cause if I watch you go,
You’ll see me wasting away

Cause today, you walked out of my life
Cause today, your words felt like a knife
I’m not living this life.

by secondhand serenade

Nol

Ketika kehidupan sudah berada di titik nol kita semua pasti merasakan kehidupan yang seolah olah tidak bergerak dan pasif. Meski terkadang hidup harus terus berjalan “life won’t wait”. Semua yang ada di sekitar kita seakan merasakan ketidaknyamanan akan kehadiran kita saat itu meskipun terkadang orang lain harus dituntut mampu menerima dan menghargai sebuah kehidupan yang tidak pernah sama dengan kehidupan orang lain.

Namun semua itu adalah sebuah perjalanan hidup layaknya sebuah garis naik turun dan terkadang pula garis itu pun harus berhenti, untuk menentukan langkahnya entah naik atau turun kita semua pun juga menantikannya. Semoga pemberhentian itu tidak akan berlangsung lama, karena saya menunggumu untuk berjalan beriringan bukan di depan ataupun di belakang. u never walk alone

dedicated to life is zero

Change !

Ketika semua orang dikejar oleh sebuah perubahan, terkadang kita tidak ingin berubah karena itu adalah jati diri. ini adalah aku, bukan kamu.
Di satu sisi kita ingin selalu dalam waktu itu untuk menahan laju detik tidak maju ataupun mundur. Namun siapa yang bisa mengalahkan waktu, semua harus berjalan dan perubahan pasti akan datang, entah bagaimana kita menghadapi ataupun menerima perubahan itu. Karena perubahan itu bisa menyenangkan dan juga bisa menyakitkan, ibarat dua mata koin yang berbeda.
Menerima sebuah perubahan adalah hal yang paling bijak saat ini, menerima dengan lapang dada perubahan pada diri kita ataupun dirinya karena ini semua untuk hal yang lebih baik.
FOR BETTER LIFE FOR WHO ?

Maaf, Saya Tidak Bisa Menghamili Istri Anda

Maaf, Saya tidak bisa menghamili istri anda, sedikit plesetan judul film indonesia yang dibintangi mulan kwok (Jameelah) dan Ringgo Agus Rahman. Namun bukan maaf yang itu yang akan saya utarakan disini, akan tetapi sebuah permintaan maaf buat soepolenk.blogdetik.com

Maaf itu saya utarakan disini karena saya sempat berhenti menulis blog karena terlalu sibuk bagi seorang polenk yang dikondisikan multitasking namun gaji tetep single tasking (maksa euy). Mulai detik ini saya akan berharap untuk bisa ngeblog lagi, karena selama kesibukan saya kemarin banyak menemukan hal aneh yang tidak menarik namun harus diceritakan di blog saya nantinya.

Kabar Terakhir saat ini soepolenk lagi ngurusin Mbok Darmi dan pernik2 kantor detiksurabaya.com karena induk semang detik.com abis ultah ke 10, Congratulation detikcom

quote

“selalu ada harga yang harus kita bayar untuk hal lain yang ingin kita raih”

Raka

it’s polenk

Polenk itu adalah nama panggilan yang populer diantara banyak nama panggilan lainnya. Sejak kecil sampai sekarang banyak nama panggilan yang telah saya sandang. Mulai dari Nama panggilan Calak, Gentong, Lempung, Gendut, Sampai yang terakhir adalah nama Polenk. Polenk adalah sebuah nama, dimana setiap orang-orang baru yang berkenalan dengan saya selalu menanyakan makna dari nama tersebut. “Polenk itu artinya apa ?”, “Koq polenk ?” Sehingga rasa penasaran setiap orang baru untuk nama ini memberikan daya tarik tersendiri bagi saya sang pemilik nama.

“Polenk itu artinya apa seh ?” mungkin itu juga akan menjadi sebuah pertanyaan yang terbesit ketika mengenal saya pertama kali. Nama ini saya dapatkan pertama kali ketika saya mengikuti kegiatan DIKLATSAR OPA di kampus saya STIKOM Surabaya, dimana kegiatan ini merupakan salah satu syarat untuk menjadi anggota Pecinta Alam tersebut. Kegiatan ini dilakukan selama 7 Hari penuh, Dimana dibagi 2 Kegiatan yakni Diklat Ruang dan Diklat Lapangan. Saat kegiatan ini saya dikenalkan dunia hutan belantara dan kerasnya medan di Gunung Welirang. Namun saya didampingi oleh senior-senior yang berpengalaman, Diantaranya adalah bang Pendi’, beliau adalah salah satu senior saya kala itu yang selalu memberikan wejangan-wejangan fisik ataupun moral kepada saya. Dan dari beliaulah nama Polenk itu disandangkan kepada saya. Prosesi pemberian nama tersebut tidaklah formal justru dibalut dengan suasana keceriaan, pemberian nama tersebut diharapkan untuk memudahkan pergaulan nantinya baik di lingkungan organisasi ataupun di luar. Istilahnya gak afdol kalo kita sebagai manusia gak punya nick name. Hormat saya untuk seluruh kolega senior di OPA HIMAPASTI.

It’s Polenk, sejak saat itulah saya dipanggil dengan nama itu. Dan saat itu pula saya pun juga tidak tahu alasannya kenapa diberi nama tersebut dan artinya apa. Namun sesaat kemudian Bang Pendi’ menjelaskan artinya nama tersebut namun tidak diberikan alasanya pemberian nama tersebut. Beliau pun menjelaskan bahwa nama Poleng adalah nama kepanjangan dari PO dan LENG. Dimana LENG diambil dari nama binatang celeng, dan PO diambil dari nama alat kelamin wanita yang dijawakan PO*** jadi kepanjangannya adalah PO*** CELENG. Serem Banget kan arti namanya, padahal orangnya gak seserem itu, anyway kembali seperti kata si penyair jaman bahola “Apalah Arti Sebuah Nama”. Seiring dengan berjalannya waktu, penulisan nama Poleng berubah menjadi Polenk.

Selamat Datang Polenk…


Kemarin