Sebuah Kisah Mata Hari

18 Nov 2010

namaku-mata-hari-500x500

Sudah lama saya mencari informasi lengkap tentang sosok Mata Hari ini dan ternyata saya menemukannya di Toga Mas Petra Pucang Surabaya. Sang Maestro Remy Sylado menulis secara utuh sebuah perjalanan Margaretha Geertruida atau biasa dikenal dengan Mata Hari.

Kisah Mata Hari ini secara tidak sengaja saya temukan ketika membaca sebuah buku karya Dukut Imam Widodo yang berjudul Soerabaia Tempo Doeloe, kisahnya tidak banyak diulas di Buku ini namun dari ulasan tersebut membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang tokoh ini, Kisah spionase wanita yang menghebohkan Perang Dunia dan memiliki darah Pribumi.

Saya pun mencarinya di literatur online namun hasilnya sangat mengecewakan karena minim sekali informasi tentang tokoh ini. Secara tidak sengaja saya membaca di sebuah account twitter salah seorang penggemar Remy Sylado sempat membahas tentang buku terbarunya yang berjudul Mata Hari yang dijadikan kisah bersambung di Harian Kompas, bahagianya hati ini namun masih ada perasaaan yang mengganjal karena kurang puas kalau tidak memiliki versi lengkap dalam bentuk cetak buku. Buku ini saya temukan secara tidak sengaja karena saat itu saya sudah menenteng sebuah buku berjudul Robohnya Surau Kami karya AA Navis menuju kasir dan akhirnya mau tidak mau saya harus membeli buku Mata Hari karya Remy Sylado.

mata_hari_13

Buku ini cukup bagus sekali, sebuah karya maestro Remy Sylado adalah sebuah jaminan apalagi kalau anda adalah penggemarnya, penggambaran yang detail membuat kita merasa enggan untuk tidak melanjutkan halaman selanjutnya. Belum lagi Catatan kaki yang sangat membantu kita dalam membaca sebuah karya awal abad 19. Dan buku ini adalah buku yang tercepat pernah saya baca yakni hanya memakan kurang dari 3 hari untuk 650 Halaman.

Buku ini sendiri bercerita tentang sebuah perjalanan Margaretha Geertruida yang menikah dengan seorang skot Belanda yang bernama MacLeod karena memiliki keinginan untuk pergi ke Indonesia. Bagaimanapun juga darah pribumi yang mengalir di jiwanya membuat dia ingin mengetahui sejarahnya, Namun kehidupan di Indonesia bukan seperti yang diinginkannya. Sebuah kenyataan MacLeod yang doyan bermain dengan PSK membuatnya ingin pergi untuk menenangkan pikiran dan Kawasan Borobudur menjadi pilihannya. Disni dia bertemu dengan Mbah Kung seorang Seniman tarian khas jawa eksotik dan dia pun mulai belajar menari serta mempelajari kultur budaya jawa. Kehidupan spionase berawal ketika dia pentas di daratan Eropa dia berkenalan dengan pejabat ataupun perwira penting tiap negara yang dikunjungi dan ternyata banyak yang mengagumi keeksotikan tarian Mata Hari, dia juga seorang penikmat sebuah kesenangan dengan lelaki dan itu dilakukannya tanpa cinta karena sebuah bentuk balas dendam kepada suaminya. “Kalau Suamiku bisa melakukan kesenangan seperti itu kenapa aku tidak” sebuah ungkapan kekesalan Mata Hari ketika dia menjadi seorang lacur. Matahari juga seorang pecinta buku, dimanapun dia akan pentas akan selalu meminta hotel yang dekat dengan perpustakaan dan bisa menghabiskan waktu berjam jam di tempat tersebut. Mata Hari juga seorang yang tidak memiliki keyakinan atas sebuah agama, dan kata Tuhan pun terucap ketika di akhir hayatnya ketika dia mencintai seorang Pilot Rusia Maslov serta sebelum ajal menjemputnya di hadapan tentara Perancis yang mengeksekusinya.

Bagi saya Mata Hari adalah sosok yang sangat fenomenal pada jamannya. Seorang lacur yang juga penari eksotik serta spionase dan kabar terakhir kisahnya akan diangkat ke Layar Lebar. Dan kita hidup di Indonesia bakalan banyak sensor kayaknya :)


TAGS


-

Author

Follow Me