Cerita Lain Merapi dan Mentawai

15 Nov 2010

blog2

Jumat malam itu kesibukan sejenak berhenti, tumpukan bantuan untuk Merapi dan Mentawai yang memenuhi ruangan kantor sejak beberapa hari yang lalu akhirnya diberangkatkan untuk diserahkan kepada korban Merapi. Kantor pun sejenak terasa lapang dan sejauh mata memandang yang sebelumnya selalu terlihat kardus kardus bantuan kini pun sudah tidak nampak lagi.

Antusiasme warga Surabaya yang ingin mengirimkan bantuan sampai posko ditutup masih banyak sekali, namun karena alasan teknis kami pun harus menghentikan penerimaan bantuan tersebut meskipun dalam hati ingin juga menerima bantuan tersebut karena bagaimanapun ada niat baik tentunya harus kita sambut dengan baik pula.

Namun terkadang kebaikan itu pula yang menyertai kami dalam berbuat kebaikan untuk sesama. Ketika proses pengiriman bantuan ke Mentawai, kami sempat menemui kesulitan mengirimkan bantuan berupa barang yang akan dikirim ke Mentawai dari Surabaya, Informasi yang minim membuat kami pun mencari informasi melalui socmed, kontak PMI ataupun LSM tentang bencana dan hasilnya tetap nihil. Namun ditengah tengah pencarian informasi tersebut ada salah satu warga surabaya yang memberikan info tentang keberangkatan sebuah Kapal AL yang dengan baik hati akan mengantarkan bantuan tersebut keesokan harinya, tanpa berpikir lama kamipun menindaklanjuti informasi tersebut dan Alhamdullilah mereka siap membantu, satu hal lagi saya akhirnya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di kapal perang jenis amphibi bernama KRI Teluk Ratai. Terima kasih sekali lagi Bapak satuan tugas militer di AL yang telah membantu kami.

Untuk korban Merapi kami pun menuju lokasi titik pengungsian di Klaten, Sleman dan Magelang menjadi tujuan kami yang semula direncanakan hanyalah Klaten dan Boyolali. Namun setelah berkoordinasi dengan relawan setempat kondisi di lapangan lokasi pengungsian di Magelang sangat membutuhkan bantuan, kami pun sepakat untuk berganti arah untuk menuju kota Magelang lebih tepatnya di daerah Ngluwar.

blog1
Kami pun merasa bangga dan terhormat diberikan sebuah kepercayaan atau amanah untuk memberikan bantuan kepada yang paling membutuhkan di titik lokasi pengungsian di lereng Merapi. Cerita relawan pun menemani kami saat perjalanan dari Prambanan menuju lokasi titik pengungsian. Dan cerita mereka menimbulkan kebanggaan tersendiri sebagai manusia Indonesia yang peduli kepada sesama. Bagaimanapun juga saya secara pribadi sangat salut dengan relawan yang telah membantu dengan segala daya untuk korban bencana. Salut dan hormat saya untuk anda mas !


TAGS


-

Author

Follow Me