Saatnya eco fashion

6 Jul 2010

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat undangan dari WWF Indonesia untuk sharing mengenai kegiatan Earth Hour yang sukses dilaksanakan di berbagai negara di belahan dunia termasuk Indonesia. Dimana juga tercetus ide bahwa Surabaya harus turut serta Earth Hour 2011 dengan lebih banyak konsumsi energi warga Surabaya yang dihemat pada 2011 nantinya.

Namun disini saya tidak akan membahas Earth Hour tersebut, justru yang menarik adalah seusai acara tersebut saya diberi goodie bag oleh pihak WWF Indonesia dan salah satu isi goodie bag tersebut adalah sebuah tshirt biasa yang berwarna hitam dengan tulisan 60 Earth hour, bagi saya yang tidak biasa tersebut adalah kaos tersebut dibuat dengan menggunakan bahan organik atau lebih biasa dikenal dengan Katun Organik. WOW bagi saya mungkin suatu hal yang baru entah bagi kalian pecinta fashion mungkin saya ketinggalan sekali.

Ternyata saya ketinggalan informasi ini, padahal beberapa tahun terakhir produk ini semakin digemari oleh kalangan pecinta mode di belahan dunia sana diantaranya Group Arcadia dari Inggris menggunakan katun organik untuk produk - produk Dorothy Perkins dan Inditex dari Spanyol menggunakannya untuk tshirt ZARA, dan produk dalam negeri kita ternyata Firebolt yang biasa kita temukan di distro - distro kota besar sudah mendapat pengakuan dari OTA (Organic Trade Asocation). sumber Envi eco-fashion boutique (www.shopenvi.com) bercerita “bahwa permintaan produk-produk ramah lingkungan ini semakin lama terus bertambah. Dan menurut mereka konsumen saat ini ternyata tidak hanya peduli pada gaya, tetapi juga peduli terhadap produk ramah lingkungan”.

Katun Organik ini dibuat dari bahan-bahan non kimiawi dimana tidak mengandung pestisida kimia, defoliant dan fertilizers oleh karena itu harganya lebih mahal dari katun biasa. Kain ini berbahan dasar benang kapas dari pohon kapas yang ditumbuhkan tanpa bantuan pestisida alias tanpa bantuan pupuk buatan. Jadi katun Organik ini benar benar produk Cinta Lingkungan dimana pewarnanya pun tidak menggunakan pewarna celup sintetis namun pewarna alami yang di Indonesia sudah banyak ditemukan pada proses pewarnaan batik di daerah Jawa Tengah.

Yang pasti tetap kita acunging jempol buat kalian para disainer, produsen ataupun pecinta dunia fashion yang sudah memulai support eco - fashion.


TAGS lifestyle fashion


-

Author

Follow Me