Derita yang dirasakan Fery Falentino (28 bulan) menggugah hati banyak pihak. Banyak sekali pembaca yang ingin membantu pengobatan putra pasangan Sucipto (32) dan Hendriyana (28) asal Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura yang tersiram minyak goreng panas itu. Pembaca detiksurabaya.com yang tergabung dalam 'Detik Surabaya Community' atau DSC memberikan kesempatan kepada para dermawan yang akan memberikan bantuan. Bagi yang akan mentransfer bisa mencantumkan kode 106 di jumlah nominal sumbangan. Misal menyumbang Rp 100 ribu, maka yang harus ditransfer Rp 100.106. "Kami sangat berterima kasih kepada pembaca yang telah peduli kepada sesama. Insya Allah kita akan segera menyalurkan bantuan yang terkumpul agar Fery segera bisa mendapatkan perawatan yang optimal," kata Lutfie, perwakilan DSC yang menjadi koordinator baksos kali ini kepada detiksurabaya.com, Senin (1/6/2009). Bantuan pembaca untuk Fery Falentino bisa melalui: Bank Mandiri Cab. Telkom Ketintang A/C. 142000 - 4355144 a/n. Umi Fadlilah atau BCA KCP SUNCITY A/N. ACHMAD LUTFI Seperti diberitakan hampir sekujur tubuh dan kepala bocah kecil itu tersiram minyak goreng ketika bermain di dapur. Karena orangtuanya tidak lagi memiliki biaya, maka Fery yang dirawat di Puskesmas Larangan pun dibawa pulang. Luka Fery makin memprihatinkan. Bahkan, banyak lalat yang mengerubuti luka-lukanya yang belum mengering itu. sourceCategories:
CARE !
Blog goes to SMU
Semua siswanya harus punya blog.
http://fajarokto.blogdetik.com/
One Years
Wow, sudah lama tidak pernah mengupdate blog ku…. kayaknya harus diupdate neh.
Mungkin bisa dimulai dari perjalanan q di tahun 2009 yang sudah menginjak bulan februari berarti sudah 2 bulan banyak cerita tentang polenk. Banyak sekali !
Namun gak mungkin semuanya itu diceritakan, karena akan menghabiskan waktu selama 2 bulan juga
Mungkin yang baru aja biar tampak fresshh…. Beberaapa hari yang lalu tepatnya tanggal 11 Februari 2009 ternyata diriku sudah memberikan warna buat detiksurabaya.com selama satu tahun. meski warna itu belum tampak terang namun satu yang pasti, aq bakalan memberikan warna cerah dalam kehidupan keluarga besar detiksurabaya.com (I’ll do it). Sebesar itulah semangat q bekerja dengan mereka2 yang ada di sini, terima kasih telah menerima seorang polenk menjadi bagian dari sebuah kehidupan media online terbesar.
Proposal yang bejibun, Tidur di Kantor, Pulang kerja hingga tengah malam, Mengukur jalan ataupun pencerahan2 itu selalu q nikmati karena itu adalah bagian dari sebuah perjalanan panjang menuju sesuatu yang lebih baik. Sekali lagi Terima Kasih semuanya…. saya akan selalu menanti pencerahan2 itu hehehhe
Tags: detiksurabaya.com
Like A Knife
I dream a lot
I know you say
I’ve got to get away
The world is not yours for the taking
Is all you ever say.
I know I’m not the best for you,
But promise that you’ll stay.
Cause if I watch you go,
You’ll see me wasting away
Cause today, you walked out of my life
Cause today, your words felt like a knife
I’m not living this life.
by secondhand serenade
Nol
Ketika kehidupan sudah berada di titik nol kita semua pasti merasakan kehidupan yang seolah olah tidak bergerak dan pasif. Meski terkadang hidup harus terus berjalan “life won’t wait”. Semua yang ada di sekitar kita seakan merasakan ketidaknyamanan akan kehadiran kita saat itu meskipun terkadang orang lain harus dituntut mampu menerima dan menghargai sebuah kehidupan yang tidak pernah sama dengan kehidupan orang lain.
Namun semua itu adalah sebuah perjalanan hidup layaknya sebuah garis naik turun dan terkadang pula garis itu pun harus berhenti, untuk menentukan langkahnya entah naik atau turun kita semua pun juga menantikannya. Semoga pemberhentian itu tidak akan berlangsung lama, karena saya menunggumu untuk berjalan beriringan bukan di depan ataupun di belakang. u never walk alone
dedicated to life is zero
sudah 6 bulan
selamat datang bulan agustus, tak terasa 6 bulan aq menjadi keluarga besar detiksurabaya.com. dimana sebuah perjalanan panjang pun bisa dilalui dengan semangat dan keceriaan untuk selalu menjadi yang terbaik.
Terimakasih kawan saya ucapkan secara tulus buat semua yang mendukung semua pekerjaan saya selama ini. Special for Jelek
Surabaya, detik ini juga !
Change !
Ketika semua orang dikejar oleh sebuah perubahan, terkadang kita tidak ingin berubah karena itu adalah jati diri. ini adalah aku, bukan kamu.
Di satu sisi kita ingin selalu dalam waktu itu untuk menahan laju detik tidak maju ataupun mundur. Namun siapa yang bisa mengalahkan waktu, semua harus berjalan dan perubahan pasti akan datang, entah bagaimana kita menghadapi ataupun menerima perubahan itu. Karena perubahan itu bisa menyenangkan dan juga bisa menyakitkan, ibarat dua mata koin yang berbeda.
Menerima sebuah perubahan adalah hal yang paling bijak saat ini, menerima dengan lapang dada perubahan pada diri kita ataupun dirinya karena ini semua untuk hal yang lebih baik.
FOR BETTER LIFE FOR WHO ?
Maaf, Saya Tidak Bisa Menghamili Istri Anda
Maaf, Saya tidak bisa menghamili istri anda, sedikit plesetan judul film indonesia yang dibintangi mulan kwok (Jameelah) dan Ringgo Agus Rahman. Namun bukan maaf yang itu yang akan saya utarakan disini, akan tetapi sebuah permintaan maaf buat soepolenk.blogdetik.com
Maaf itu saya utarakan disini karena saya sempat berhenti menulis blog karena terlalu sibuk bagi seorang polenk yang dikondisikan multitasking namun gaji tetep single tasking (maksa euy). Mulai detik ini saya akan berharap untuk bisa ngeblog lagi, karena selama kesibukan saya kemarin banyak menemukan hal aneh yang tidak menarik namun harus diceritakan di blog saya nantinya.
Kabar Terakhir saat ini soepolenk lagi ngurusin Mbok Darmi dan pernik2 kantor detiksurabaya.com karena induk semang detik.com abis ultah ke 10, Congratulation detikcom
Slepi
(Episode 1)
Setelah sekian lama berkutat dengan pekerjaan, akhirnya waktu itu tiba. Liburan panjang plus, karena memang liburan cuman 2 hari ditambah hari aktif yang kecepit plus hari minggu, mulai Rabu (19/03/2008) s/d Minggu (23/03/2008) . Bertemu dengan saudara lama sepenanggungan di organisasi Pecinta Alam dan melakukan perjalanan bersama menjadi salah satu bentuk untuk melepaskan penat di antara sibuknya kehidupan kita dan kota.
Perjalanan kali ini dalam rangka DIKLATSAR HIMAPASTI XVI, ini adalah salah satu kegiatan syarat untuk menjadi anggota HIMAPASTI. Layaknya sebuah intuisi, seseorang harus mengikuti kegiatan untuk masuk ke dalam intusisi tersebut. Dimana tahun ini kami mendapatkan peserta berjumlah 9 orang dimana 8 orang adalah cowok dan 1 cewek. Ini adalah suatu hal yang istimewa dikarenakan jumlah peserta yang melebih target. Mengingat saat ini jumlah peminat kegiatan ini mulai berkurang.
Kami berdelapan yakni Mico, ungkel, Kempol, Kowoq, Mbreh, Klowor, Ptuq dan saya sendiri. Berangkat dari Terminal Bungurasih pada pukul 23.10 WIB dimana molor dari jadwal semula pukul 21.00 WIB. Dari Surabaya menuju Kota Pandaan, dimana karena saat itu menjelang liburan selama beberapa hari, sehingga tempat duduk di dalam bis hampir terisi semuanya. Namun padatnya penumpang di dalam bus tidak menyurutkan hati kami untuk tetap bercanda ria di tempat duduk bus paling belakang. Suasana melepas kerinduan dengan saudara lama pun terobati saat itu.
Kami pun tiba di Pandaan dan melanjutkan perjalanan dengan mencarter sebuah L300, dikarenakan saat itu sudah dini hari sehingga tidak ada angkutan menuju lokasi yang kami tuju. Dingin pun mulai kami rasakan sejak dari Prigen menuju Trawas. Kami pun berhenti di Kompleks Villa (lupa namanya) di daerah Trawas. Guna melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Slepi
Slepi adalah pos I dalam rangkaian perjalanan DIKLATSAR HIMAPASTI XVI dimana dalam kegiatan ini terdapat 4 Pos. Berjalan kaki sembari merasakan dinginnya hawa pegunungan di Trawas dan diringi gemericik suara aliran sungai di sepanjang perjalanan. Sesaat kemudian kami telah sampai di Pos Slepi dan bertemu dengan rekan panitia yang berjumlah 5 Orang. Mereka ini telah berangkat terlebih dahulu sorenya untuk mengawal peserta yang berjumlah 9 orang. Kami pun berbincang sejenak dengan mereka mengenai acara ini.
Ternyata saat itu jam sudah menunjukkan pukul 01.37 WIB, kami pun mendirikan tenda. Sekejap berbagi tugas, yang wanita langsung mengambil perlatan masak (nesting) dan kompor (Trangia) untuk membuat minuman hangat sedangkan yang laki-laki mendirikan tenda untuk berisitirahat. Beberapa saat kemudian tenda pun telah berdiri di Slepi. Kami pun berisitirahat sambil menikmati terangnya bulan dan bintang ditemani secangkir kopi dan renyahnya Gabin. Serta Canda Tawa dengan saudara lama. Menjadi sesuatu yang tidak akan dilupakan. Dan beberapa saat kemudian kami pun terlelap karena harus melanjutkan perjalanan esok menuju Butak.
Tags: Diklatsar HIMAPASTI
quote
“selalu ada harga yang harus kita bayar untuk hal lain yang ingin kita raih”
Raka
Tags: cintapuccino